Kembali Ingatkan Larangan Mudik, Satgas COVID-19: Lebih Baik Cerewet Daripada Korban Berderet-Deret
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengaku tidak akan berhenti menyampaikan berbagai aturan, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga sosialisasi larangan mudik.

WowKeren - Menjelang periode larangan mudik yang dimulai pada Kamis (6/5) besok, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo kembali mengingatkan pentingnya tindak pencegahan untuk menekan laju penyebaran virus corona. Doni mengaku tidak akan berhenti menyampaikan berbagai aturan, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga sosialisasi larangan mudik.

Menurut Doni, pemerintah lebih baik dianggap cerewet daripada sikap abai masyarakat berujung pada banyaknya korban COVID-19. "Memberikan sosialisasi ke masyarakat setiap saat, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban COVID berderet- deret," kata Doni pada Rabu (5/5).

Lebih lanjut, Doni menyatakan bahwa imbauan tersebut akan semakin gencar disampaikan, baik oleh dirinya maupun lembaga terkait, pada masa libur Lebaran tahun ini. Mengingat kasus COVID-19 sempat meningkat di masa libur panjang Natal dan Tahun Baru lalu.

Kenaikan jumlah kasus COVID-19 tersebut sempat membuat keterisian rumah sakit meningkat hingga berujung pada terbebaninya fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes). "Variasi angkanya antara 46 persen, untuk angka kematian, sampai dengan 75 persen. kemudian demikian juga untuk kasus aktif, dari posisi sekitar 70-an persen sampai dengan 116 persen," papar Doni.


Selain berkaca pada kenaikan kasus COVID-19 yang pernah terjadi, Doni juga menyoroti jumlah masyarakat Indonesia yang masih nekat berencana mudik tahun ini. Berdasarkan survei terkini, jumlah pemudik nekat tersebut masih mencapai sekitar 7 persen.

"Karena masyarakat yang nekat mudik ini 7 persen, 7 persen dari 250 juta (penduduk) itu 18,9 jutaan orang," jelas Doni. "Tugas kita adalah mengurangi angka ini sekecil mungkin."

Oleh sebab itu, Doni mengajak seluruh elemen di daerah untuk turut aktif menyampaikan sosialisasi larangan mudik. Dengan demikian, potensi penyebaran COVID-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

"Oleh karena itu sekali lagi seluruh pihak, baik di pusat, daerah, sampai di tingkat desa dan kelurahan, mari bekerja keras untuk mengingatkan masyarakat untuk jangan mudik. Mari bersabar menahan diri. Kalau dibiarkan, pasti terjadi penularan dari yang datang dari luar kampung halaman dan setiap daerah belum tentu memiliki RS yang memadai dan belum tentu ada dokter yang merawat," pungkasnya. "Akibatnya mereka yang terpapar COVID bisa fatal, bisa mengakibatkan kematian. banyak di daerah yang mengalami seperti itu."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts