Direstui di RI, Filipina Malah Desak Tiongkok Tarik Vaksin COVID-19 Sinopharm
AP Photo
Dunia
Vaksin COVID-19

Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Tiongkok untuk menarik kembali kiriman vaksin Sinopharm setelah ia sempat menerima suntikan dosis pertama produk tersebut.

WowKeren - Indonesia baru menerima sejumlah besar dosis vaksin COVID-19 produk Sinopharm yang akan dipakai untuk program Vaksinasi Gotong Royong. Vaksin yang sama juga diketahui telah tiba di Filipina dan malah belakangan didesak untuk dikembalikan ke Tiongkok.

Yang mendesak adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte itu sendiri. Sebelum mendesak Tiongkok menarik kiriman vaksin Sinopharm mereka, Duterte juga meminta maaf karena telah menerima suntikan vaksin COVID-19 tersebut.

Rupanya Duterte menerima kritikan keras usai menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinopharm yang belum mendapat izin di Filipina. Baik Sinopharm maupun Sinovac, yang notabene sama-sama diproduksi oleh Tiongkok, baru akan menerima izin pemakaian darurat (Emergency Use Listing / EUS) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam waktu dekat.

Duterte menegaskan, ia menerima suntikan vaksin Sinopharm di bawah anjuran dan pengawasan ketat dokter. "Jangan ikuti langkah saya," ujar Duterte kepada media lokal Filipina, dikutip dari BBC, Kamis (6/5).


"Sangat berbahaya (menerima suntikan vaksin) karena studinya belum ada. Bisa jadi (vaksin) malah tidak baik untuk tubuh," imbuhnya. "Cukup saya sebagai satu-satunya orang yang menerima ini."

Duterte mengamini belum turunnya izin bisa jadi karena mempertimbangkan efek-efek samping yang bisa timbul. "Jadi sebaiknya kita tarik saja sehingga tidak ada masalah di masa depan," tegasnya.

Duterte juga menerima semua kritikan yang terarah padanya, lantaran menyadari bahaya menerima vaksin yang belum teruji sepenuhnya. Sedangkan selama ini Filipina sendiri baru menurunkan izin pemakaian untuk vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang ditujukan khusus untuk tenaga medis. Media lokal Rappler menyatakan tidak ada alasan jelas mengapa Duterte memilih disuntik vaksin Sinopharm alih-alih produk lain yang sudah mendapat izin penggunaan.

Di sisi lain, Filipina masih menjadi salah satu negara yang paling terdampak COVID-19 di Asia Tenggara. Sudah lebih dari 1 juta kasus positif terkonfirmasi, dengan 18 ribu kematian berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan tersebut.

Berbagai upaya dilakukan Filipina untuk mengendalikan wabah yang ada, salah satunya dengan vaksinasi. Sayangnya, studi lokal menyebut setengah dari warga Filipina tak berkenan menerima suntikan vaksin COVID-19 karena khawatir akan keamanannya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts