Kudus Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Kapolri Targetkan Bisa Putus Rantai Penyebaran
pixabay.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kabupaten Kudus, Jateng, saat ini dihadapkan dengan lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi. Menanggapi hal itu, Kapolri bersama pihak terkait mengupayakan dan menargetkan agar Kudus bisa terbebas dari 'amukan' COVID-19.

WowKeren - Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di sejumlah daerah. Adapun salah satu daerah yang tengah mengalami lonjakan yakni Kudus, Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menargetkan wilayah Kabupaten Kudus bisa terbebas dari penularan dan penyebaran COVID-19. Sejumlah upaya akan dilakukan pihak kepolisian dalam mengatasi lonjakan tersebut.

Beberapa hari terakhir, diketahui kasus positif COVID-19 di Kudus mengalami peningkatan yang signifikan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala BNPB Ganip Warsito dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat rapat bersama pada Minggu (6/6) kemarin.

"Kita ingin Kabupaten Kudus, kembali ke semula," tutur Listyo dalam keterangan tertulis usai rapat koordinasi di wilayah Kudus, Minggu (6/6). "Target kita COVID-19 harus hilang dari Kabupaten Kudus."


Listyo memerintahkan Kapolda Jawa Tengah untuk memberikan fokus penanganan terhadap enam desa yang dianggap mengalami lonjakan tinggi kasus COVID-19. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kudus.

Sementara itu, Satuan Setingkat Kompi (SKK) personel Korps Brigade Mobil (Brimob) akan disiagakan untuk memastikan tidak ada warga yang keluar selama isolasi mandiri. Tidak hanya itu, semua pasukan dari Babinsa, Bahbinkamtibmas, Bataliyon dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya di-floating di Kabupaten Kudus.

Kemudian ada juga mobil water canon yang turut menyemprotkan cairan disinfektan secara rutin. Nantinya, akan ada delapan kendaraan yang disiapkan di Kudus, dan kemungkinan besar akan bertambah.

Listyo berharap dengan segala upaya yang dilakukannya bersama pihak terkait, dapat segera memutus dan menghentikan laju penyebaran COVID-19 di Kudus. Ia mengatakan penggunaan water canon juga sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan situasi dan kondisi terkini di wilayah Kudus, Jawa Tengah.

"Water canon ini akan berjalan selama tiga hari sekali di Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan disinfektan," tandas Listyo. "Dengan cara pola berjalan sesuai dengan arah."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts