Kementrian Korea Rilis Pernyataan Terakhir Soal Dugaan Manipulasi Chart Musik K-Pop
Musik

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata menyatakan data hasil analisis akan dikirim kepada tim investigasi.

WowKeren - Tahun 2018 lalu, dunia musik K-Pop memang menuai kontroversi soal dugaan manipulasi chart di situs musik. Kontroversi yang paling parah adalah saat solois Nilo dan Shaun mendadak menduduki peringkat pertama di chart musik.

Kontroversi ini membuat Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan turun tangan melakukan investigasi. Pada Kamis (31/1), kementrian itu akhirnya merilis pernyataan final dari data yang sudah mereka dapatkan.


"Kami membuat permintaan kepada perusahaan spesialisasi dalam menganalisis data untuk menyelidiki masalah ini. Mereka menganalisis data dari lagu yang jadi kontroversi, begitu pula dengan 3 lagu lain yang dikirim sebagai pembanding," ungkap perwakilan.

"Subjek utama investigasi ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan pemintaan untuk lagu yang kontroversional dan permintaan untuk ketiga lagu lain. Lagu yang kontroversional tidak memiliki perbedaan yang banyak dengan 3 lagu pembanding," imbuh perwakilan.

"Setelah membandingkan lagu, termasuk dengan perilaku (pengguna) yang tidak biasa seperti mendengarkan lagu berulang atau mendengarkan lagu di pagi buta ketimbang malam hari, kami memutuskan bahwa lagu yang kontroversional terbentuk serupa dengan grafik ketiga lagu pembanding," lanjut perwakilan.

Terakhir, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata menyatakan pihaknya akan mengirim data hasil analisis itu kepada tim investigasi agar melanjutkan penyelidikan. Agensi Shaun begitu pernyataan Kementrian dirilis kembali menegaskan jika pihaknya tidak melakukan manipulasi chart.

You can share this post!

Related Posts
Loading...