Disindir TKN Jokowi Habis-Habisan Soal Mundur Dari PNS Usai Pemilu, Said Didu: Saya Bukan Timses
Twitter/saididu
Nasional

Sebelumnya, TKN Jokowi mempertanyakan kenapa baru sekarang Said mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PNS. Sebab, selama ini Said terlihat aktif mengkritik pemerintah.

WowKeren - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, diketahui resmi mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak Senin (13/5). Namun keputusan Said ini justru menuai banyak sindiran dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Juru Bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily, mempertanyakan kenapa baru sekarang Said mengundurkan diri. Sebab, selama ini Said terlihat aktif mengkritik pemerintah.


Menanggapi sindiran TKN Jokowi, Said pun angkat bicara. Menurut Said, dirinya memutuskan untuk mundur dari jabatan PNS usai Pemilu lantaran tak mau masuk tim sukses salah satu paslon. "Saya bukan tim sukses dan bukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi," tegas Said dilansir detikcom, Selasa (14/5) malam.

Said pun lantas membahas pengunduran diri Dahnil Anzar Simanjuntak dari jabatannya sebagai PNS kala bergabung dengan BPN Prabowo-Sandi. Menurut Said, pengunduran diri tersebut wajar lantaran Dahnil memang berniat bergabung dan menjabat dalam salah satu timses.

Sementara itu, Said mengaku memang sudah sering memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Said mengaku sudah melontarkan kritik pada pemerintahan sejak era Presiden Soeharto.

"Saya mengkritik kebijakan pemerintah sejak dulu walau sedang menjabat. Sejak zaman Pak Harto sebagai diskursus pengambilan keputusan publik," jelas Said. "Bahkan saat menjabat pun saat pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) saya lakukan."

Said menegaskan bahwa setelah bekerja sebagai PNS selama 32 tahun, tentu dirinya berhak meminta pensiun. "Saya mundur karena kebebasan berpendapat makin dibatasi," ungkap Said.

Tak hanya itu, Said sendiri juga merasa telah diperlakukan tidak adil. Ia mengaku pernah dipecat dari jabatan Komisaris PTBA (PT Bukit Asam) hanya karena dinilai tak sejalan dengan Menteri BUMN.

"Terjadi ketidakadilan dalam penegakan hukum di PNS dan BUMN. Banyak PNS dan pimpinan BUMN yang jelas-jelas tidak netral tapi tidak kena sanksi," tutur Said. "Saya sendiri langsung dipecat sebagai Komisaris PTBA hanya karena dianggap tidak sejalan dengan Menteri BUMN. Sementara banyak ASN dan pimpinan BUMN jelas-jelas memihak 01 tapi tidak diapa-apakan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...