Ramai Kasus Baby Ryu, Uya Kuya Pernah Ajak Ribut Pencubit Pipi Cinta Kuya dan Sindir Tak Punya Otak
Instagram/king_uyakuya
Selebriti

Uya Kuya mengaku emosi dan pernah mengajak ribut seseorang di wahana Dufan karena berani mencubit Cinta Kuya yang masih lucu-lucunya hingga putri sulungnya itu menangis kesakitan.

WowKeren - Baru-baru ini, beredar curhatan seorang ayah berakunpapeeryuzio tentang kondisi bayinya. Pria tersebut ngamuk habis-habisan ketika pipi bayinya bernama Ryu jadi luka parah karena terus-terusan dicolek oleh tamu di acara kondangan.

Setelah diperiksa dokter, Ryu ternyata menderita Dermatitis Atopic yang cukup parah. Sang ayah dan ibunya sedih melihat bocah lucu itu harus menderita luka-luka.


Sebagai ayah, Uya Kuya maklum dengan curhatan ayah dari Baby Ryu. Uya juga pernah dibuat marah ketika putri sulungnya Cinta Kuya juga pernah dicubit pipinya oleh orang tak dikenal.

"Iya gue dulu juga gitu waktu zamannya Cinta lagi terkenal-terkenalnya orang sembarangan nyubit pipi. Gue pernah berantem di Dufan, gara-gara nyubit pipi keras, Cintanya nangis," kata Uya di Jakarta Selatan. "Terus dia bilang, 'Sombong banget sih, anaknya nggak mau dipegang, iya memang anak gue kenapa? Karena lo sudah buat sakit anak gue'."

Uya mengakui banyak orang suka bersikap seenaknya dan tak punya otak. Padahal seorang bayi seharusnya tak boleh dipegang sembarangan ataupun dicubit pipinya.

"Orang kadang-kadang suka nggak punya otak. Anak lucu main cubit saja, bayi kan masih kecil, sakit. Megang saja sebenarnya harus izin orang tuanya dulu, karena kan kita nggak tahu tangan kita ada kotorannya apa nggak," seru Uya.

Suami Astrid Kuya itu mengaku tak suka sembarangan memegang anak orang lain. Ia tak mau mengambil resiko disalahkan jika menyentuh anak orang lain dan kemudian si anak jadi sakit.

"Gue adalah satu-satunya orang yang nggak pernah sembarangan pegang bayi orang. Gue boro-boro minta izin, gue bukan nggak senang bayi, gue senang. Tapi gue nggak pernah mau (sembarangan)," kata Uya. "Kadang, 'Mas Uya foto anak saya digendong, aduh, ibu saja deh yang gendong'. Bukan apa, karena gue dari dulu sudah tahu kalau bayi itu rentan, kita nggak bisa sembarangan ngomong. Memang kita mau tanggung jawab kalau bayinya kenapa-kenapa gara-gara tangan kita kotor."

You can share this post!

Related Posts
Loading...