Jokowi Akan Seimbangkan Kalangan Profesional dan Tokoh Parpol di Kabinet
Instagram/jokowi
Nasional

Komposisi kabinet Jokowi periode 2019-2024 masih ramai diperdebatkan. Namun Jokowi memastikan menteri yang terpilih telah diseleksi dan sesuai kebutuhan.

WowKeren - Presiden terpilih Joko Widodo mengaku sudah mengantongi nama-nama yang akan diajaknya bergabung dalam Kabinet Kerja periode 2019-2024. Ia pun menyebut akan segera mengumumkan nama-nama menteri tersebut dalam waktu dekat.

Jokowi pun menyebut komposisi menteri di kabinetnya untuk lima tahun ke depan bisa berimbang antara profesional dan partai politik. "Ya kira-kira 60:40 atau 50:50," ujarnya ketika ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).


Sementara itu, saat ditanya soal menteri dari periode 2014-2019 yang akan dilanjutkan "kontrak"nya, Jokowi enggan menyebutkan secara spesifik. Namun ia memastikan masih banyak menteri dari periode sebelumnya yang akan terus mengabdi.

Untuk diketahui, Jokowi mempunyai empat menteri koordinator, 34 menteri, empat pejabat setingkat menteri, tiga kepala lembaga non-kementerian, dan seorang Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Selama memimpin di periode pertama Jokowi diketahui telah merombak kabinetnya sebanyak empat kali.

Selain itu, Jokowi pun telah mempersilakan para Ketua Umum partai politik pendukungnya untuk menyodorkan beberapa nama kader untuk dijadikan menteri. Ia juga memastikan membuka kesempatan bagi kalangan milenial untuk menjadi menteri.

Namun demikian Jokowi menyebut sudah memiliki kriteria khusus. Sehingga nama-nama yang nantinya disodorkan kepadanya pun akan diseleksi terlebih dahulu.

"Kalau enggak ada dari partai, kita cari sendiri dari profesional," pungkasnya tegas. "Profesional muda kan banyak banget, profesional-profesional muda."

Sebelumnya Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin juga mengamini perihal adanya menteri-menteri muda di kabinetnya mendatang. Ia menilai kalangan milenial juga punya potensi yang besar untuk bisa memimpin sebuah kementerian.

"Nanti jadi saya kira memang (ada menteri muda), karena potensi milenial cukup besar," imbuhnya. "Maka saya kira sudah wajar untuk dipresentasikan di dalam kabinet."

Sementara itu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengaku setuju dengan wacana menteri milenial. Namun ia meminta calon menteri tersebut harus benar-benar memahami permasalahan dan tata pemerintahan.

"Ini yang saya lihat kelemahan kita dewasa ini," tutur Megawati dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (10/7). "Orang disodor-sodorkan, tapi tidak mengerti secara praktis tata pemerintahan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...