Sebut Tak Ada Niat Hentikan Audisi Bulu Tangkis PB Djarum, KPAI: Kami Dukung Prestasi Anak Indonesia
Nasional
Polemik Beasiswa PB Djarum

Ketua KPAI, Susanto, menuturkan bahwa pihaknya berharap audisi semacam ini terus berlanjut. Hanya saja, penyelenggaraan audisi tak boleh menggunakan nama, merek, logo, serta gambar produk tembakau.

WowKeren - Kisruh antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum kini mendapat banyak sorotan. Ketua KPAI, Susanto, menegaskan bahwa pihaknya tak berniat menghentikan audisi bulu tangkis untuk anak-anak yang diinisiasi oleh PB Djarum.

"Perlu kami sampaikan bahwa KPAI tidak tebersit niat untuk menghentikan audisi," tegas Susanto dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/9). Susanto lantas menjelaskan bahwa KPAI justru mendukung audisi dan pengembangan bakat minta anak dalam bidang bulu tangkis.


Susanto menuturkan bahwa KPAI berharap audisi semacam ini terus berlanjut. Hanya saja, penyelenggaraan audisi tak boleh menggunakan nama, merek, logo, serta gambar produk tembakau yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012.

"Kami mendukung agar prestasi anak terus bertumbuh dan membanggakan Indonesia ke depan," terang Susanto. "Jadi, peraturan KPAI hanya menjalankan tugas agar peraturan tersebut ditaati oleh semua pihak."

Sebelumnya, KPAI menilai Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis merupakan kegiatan yang mengeksploitasi anak dengan melibatkan citra merek Djarum sebagai perusahaan rokok. Tudingan tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012, terutama di Pasal 47, yang mencantumkan bahwa setiap kegiatan yang disponsori produk tembakau tidak diperbolehkan untuk mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

Menanggapi tudingan tersebut, PB Djarum pun menghentikan audisi bulu tangkisnya yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun pada 2020 mendatang. Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

"Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami," kata Yoppy saat melakukan konferensi pers di Purwokerto, Sabtu (7/9). "Tahun depan event audisi ditiadakan."

DPR lantas meminta agar kedua belah pihak yaitu KPAI dan PB Djarum bersama dengan PBSI dan Menpora untuk segera melakukan diskusi agar dapat menemukan solusi terkait permasalahan bulutangkis di Indonesia. Anggota Komisi VII DPR, Sodik Mudjahid, meminta agar KPAI dan PB Djarum menyingkirkan segala ego mereka.

You can share this post!

Related Posts
Loading...