Korban Rusuh Demo di Gedung Parlemen Akbar Alamsyah Meninggal Dunia
Nasional
Rusuh Demo Mahasiswa

Meninggalnya remaja berusia 19 tahun ini menambah panjang daftar korban jiwa dan luka parah yang ditimbulkan akibat pecahnya kerusuhan pasca demonstrasi memprotes UU bermasalah.

WowKeren - Diketahui gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kericuhan sempat terjadi di beberapa kota di Indonesia dua pekan lalu. Salah satunya kerusuhan yang terjadi di depan Gedung Parlemen, Senayan pada Rabu (25/9).

Salah seorang peserta aksi tersebut adalah remaja berusia 19 tahun bernama Akbar Alamsyah. Sempat menghilang tanpa kabar hingga beberapa hari, Akbar lantas dikabarkan tengah dirawat lantaran menderita luka parah di RS Polri.


Kala itu kondisi Akbar dikabarkan sudah kritis. Ia lantas dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Namun takdir berkata lain. Beberapa hari dirawat, Tuhan rupanya menggariskan sang remaja untuk kembali ke haribaan-Nya. Pada Kamis (10/10), Akbar dikabarkan berpulang.

Informasi ini disampaikan oleh kakak Akbar, Fitri Rahmayani, kepada awak media. "Adikku meninggal hari ini," ujar Fitri, seperti dikutip dari Detik News, Kamis (10/10).

Ibunda mendiang pun turut buka suara. "Akbar telah tidak ada, tadi sekitar pukul 17.00 WIB dia sudah tidak bersama kita," jelas Rosminah, ibu Akbar, dilansir dari Kompas.

Menurutnya, jenazah Akbar akan dikebumikan pada Jumat (11/10) di TPU Kawasan Gelonggongan. Namun saat ini keluarga masih mengurus administrasi agar almarhum bisa segera dipulangkan ke rumah neneknya di kawasan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.

"Masih di Gatot Subroto. Akan dibawa pulang ke rumah neneknya di Kebayoran," ujarnya. "Paling besok dimakamkan di daerah Kebayoran Lama."

Meninggalnya Akbar pun menambah panjang deretan korban luka dan jiwa dalam kerusuhan pasca demonstrasi mahasiswa serta pelajar itu. Sebagai pengingat, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari, Sulawesi Tenggara, atas nama Randi (21) dan Yusuf (19) juga harus meregang nyawa usai terjebak dalam kerusuhan.

Kala itu Randi meregang nyawa akibat tertembak peluru tajam, sementara Yusuf meninggal usai dirawat selama beberapa saat di rumah sakit. Di sisi lain, kerusuhan pasca demo di depan Gedung Parlemen juga menyebabkan seorang mahasiswa Al-Azhar Jakarta bernama Faisal harus menderita luka parah.

Sementara itu, pihak kepolisian mengklaim bahwa parahnya luka yang Akbar derita bukan akibat tindak represif aparat. Menurut polisi, mereka menemukan Akbar dalam kondisi luka parah setelah terjatuh saat melompat pagar.

"Kami menemukan saksi (yang melihat) yang bersangkutan (Akbar) jatuh saat melompat pagar," jelas Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra. "Sementara dugaannya yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan, tapi karena insiden itu (jatuh dari pagar)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...