Menko PMK Ikut Tanggapi Kalung Anti COVID-19 Kementan: Perlu Uji Klinis
Nasional
Kontroversi Kalung Antivirus Corona

Sebelumnya, Kementan berencana membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eucalyptus. Antivirus ini akan berbentuk kalung aromaterapi dan siap diproduksi secara massal.

WowKeren - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ikut buka suara mengenai kalung antivirus corona buatan Kementerian Pertanian. Sebelumnya, Kementan mengklaim jika kalung yang berbasis pohon kayu putih mampu membunuh virus corona dalam kurun waktu 15-30 menit.

Muhadjir mengingatkan agar Kementan tidak terburu-buru menyebarluaskan kalung tersebut. Sebab, perlu pengujian secara klinis untuk membuktikan jika kalung tersebut benar-benar efektif membunuh virus corona.

"Penting, jangan sampai kalau itu belum teruji secara klinis, belum teruji secara ilmiah, jangan segera disebarluaskan, didiseminasikan," kata Muhadjir dilansir Kompas, Senin (6/7). "Karena kalau sampai tidak cocok dengan apa yang diperkirakan, itu bisa memiliki dampak yang tidak baik."

Kendati demikian, Kementerian PMK mendukung segala upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemi. Mulai dari penelitian virus hingga penemuan obat herbal yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun sekali lagi, ia mengingatkan jika semua itu perlu yang namanya pengujian secara ilmiah. Sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.


"(Tapi sebelum) itu perlu ada kajian yang mendalam, bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, secara ilmiah," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. "Itu kan tidak bisa serta merta. Ada masa uji coba, masa evaluasi, bagaimana respon, dan itu harus diteliti secara cermat."

Sebelumnya, Kementan berencana membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eucalyptus. Antivirus ini akan berbentuk kalung aromaterapi dan siap diproduksi secara massal bulan depan.

Tentu saja, klaim Kementan ini menuai kritik. Salah satunya datang dari DPR yang mempertanyakan keefektifan kalung ini.

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengaku skeptis terhadap kemujaraban kalung ini dalam menangkal COVID-19. Menurutnya, Kementan masih perlu membuktikan lebih lanjut efektivitas kalung tersebut.

Meski demikian IDI justru tidak mempersoalkan kalung ini. Waketum PB IDI, Slamet Budiarto, menilai bahwa kalung anti corona tersebut adalah sejenis herbal.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts