Tak Ingin Ada Klaster COVID-19 Baru, DKI Ogah Buru-Buru Buka Sekolah
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Belajar dari kasus di sejumlah negara, Pemprov DKI tak ingin jika pembukaan sekolah justru membuat kasus penularan COVID-19 kembali mengalami peningkatan.

WowKeren - Di tengah maraknya pembukaan sekolah tatap muka di sejumlah wilayah, Provinsi DKI Jakarta masih belum berencana untuk ke arah sana. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka penularan virus di provinsi ini.

Terlebih ada 4 wilayah di DKI yang masuk zona merah yakni Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Oleh sebab itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak buru-buru untuk mengizinkan sekolah tatap muka.

Ia tak ingin jika pembukaan sekolah tatap muka justru memicu munculnya klaster baru penularan COVID-19. Sehingga perlu dipastikan wilayah tersebut benar-benar aman sebelum membuka KBM tatap muka.

"Untuk sekolah, DKI terus pertimbangkan yang terbaik," kata Riza, Jumat (14/8). "Karena memang kita tak ingin sekolah jadi klaster baru."


Di sejumlah negara, sekolah telah dibuka lantaran otoritas setempat menilai kondisi sudah aman. Namun rupanya keputusan ini justru membuka kembali pintu penularan hingga kasus jadi meningkat. Oleh sebab itu, Pemprov DKI tak ingin hal serupa terjadi.

"Di negara-negara lain yang dirasa aman, ketika dibuka sekolah, kemudian ada klaster baru," tutur Riza. "Mudah-mudahan ini jadi pertimbangan kita untuk belum membuka sekolah."

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memperbolehkan sekolah yang berada di zona hijau dan kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Kendati demikian, kebijakan ini dikembalikan ke masing-masing daerah, termasuk komite sekolah seperti kepala sekolah, guru, dan wali murid.

Seperti di Jawa Timur misalnya. Pemerintah Provinsi setempat mengatakan akan membuka sekolah tatap muka mulai 18 Agustus mendatang di zona hijau, kuning, hingga oranye.

Untuk sekolah di zona oranye, jumlah siswa maksimal per kelas adalah sebanyak 25 persen dari kapasitas normal. Sedangkan di zona kuning bisa 50 persen. Jika suatu daerah berubah statusnya dari zona kuning ke oranye maka jumlah kapasitas akan menyesuaikan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts