Ramai Komodo Hadang Truk di NTT, KLHK Bakal Cek ke Pulau Rinca
pixabay.com
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Pihak KLHK mengatakan jika setiap harinya ada 10 ranger yang bertugas menjaga komodo untuk memastikan jika pembangunan tidak akan membahayakan satwa langka tersebut.

WowKeren - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) buka suara menanggapi polemik proyek pembangunan 'Jurassic Park' di daerah konservasi komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Barat. KLHK menyatakan pihaknya akan terbang ke kawasan itu untuk mengecek langsung.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem KLHK memastikan tidak akan ada komodo yang menjadi korban pembangunan tersebut. Ia menegaskan agar segera bertolak ke Pulau Rinca pekan ini.

"Nggak boleh ada satu ekor pun komodo yang mati. Oleh karena itu saya memastikan lagi," kata dia dilansir CNN Indonesia, Senin (26/10). "Kamis saya ke Pulau Rinca, memastikan protokol yang lebih ketat lagi. Terutama pada pekerja."

Ia mengatakan jika setiap harinya ada 10 ranger yang bertugas menjaga komodo. Mereka akan memastikan jika pembangunan tidak akan membahayakan komodo. Selain itu, masyarakat sekitar juga disebutnya ikut mengawasi jalannya pembangunan.


Di wilayah yang sedang dibangun itu, ada sekitar 60 ekor komodo. Sementara itu, lokasi untuk destinasi turis hanyalah sebagian kecil dari Pulau Rinca. Di luar kawasan yang sedang dibangun, ada 1.300 ekor komodo yang berhabitat di sana.

"Hanya ada 60 ekor dan 15 ekor yang sering kelihatan di tempat pembangunan ini," tuturnya melanjutkan. "Lalu tempat turis datang hanya 2,5 persen dari luas Pulau Rinca. Pulau Rinca luasnya 20 ribu hektar."

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak KLHK untuk segera menghentikan pembangunan yang dianggap membahayakan komodo tersebut. Menurut Walhi, kawasan Pulau Rinca tidak memerlukan yang namanya pembangunan infrastruktur seperti yang dipikirkan oleh pemerintah.

Terkait foto viral komodo menghadang truk pembangunan, ia menyebut jika area pembangunan masih dibuka untuk wisatawan. "Sejak sekarang sudah tidak ada turis yang masuk ke situ," ujarnya.

Sedangkan lokasi itu merupakan area tempat komodo biasa berkeliaran. "Bukan berhadap-hadapan. Truknya sedang terperosok di situ. Tapi jalur itu memang jalur komodo berjemur, tiap hari mereka keluar," lanjutnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts