Sekolah Tatap Muka Dibuka 2021, Pemkot Solo Wajibkan Ortu Antar-Jemput Siswa
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Pemerintah Kota Solo mewajibkan orang tua mengantar dan menjemput anak saat pembelajaran tatap muka kembali digelar. Hal ini sejalan dengan daftar periksa yang terdapat dalam SKB Empat Menteri.

WowKeren - Pemerintah melalui Kemendikbud telah mengizinkan untuk membuka kembali sekolah tatap muka di tahun 2021. Bahkan pemerintah telah mengeluarkan daftar periksa yang ditetapkan ke dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang dirilis pada pekan lalu.

Keputusan itu dipegang oleh Pemda masing-masing. Sejumlah daerah pun telah menyiapkan protokol kesehatan serta simulasi sebelum sekolah tatap muka kembali beroperasi.

Adapun daftar periksa yang harus dipenuhi satuan pendidikan, antara lain ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet yang layak. Selain itu, sarana cuci tangan dan sabun serta air mengalir harus dipastikan tersedia.

Satuan pendidikan juga harus melakukan pembersihan sekolah dengan disinfektan serta menyediakan penyanitasi tangan. Selanjutnya, satuan pendidikan wajib mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya.

Pemerintah daerah pun harus mempertimbangkan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan. Tempat tinggal warga sekolah juga harus dipertimbangkan ketika sekolah tatap muka akan dimulai kembali.


“Semua ini harus dilakukan dengan melakukan simulasi yang libatkan berbagai pihak mulai dari orang tua, sekolah, dan pemda, sampai dicapai kondisi ideal untuk bisa memulai sekolah itu dibuka untuk tatap muka dan bertahap,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Terkait ketersediaan akses transportasi yang aman, Pemerintah Kota Solo menerjemahkannya dengan mewajibkan orang tua mengantar dan menjemput anak. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, dalam perjalanan pulang tidak boleh berhenti di mana-mana.

Setelah pulang sampai di rumah diusahakan mandi, baru kemudian bertemu dengan keluarga. “Wajib diantar. Anak-anak wajib menerapkan protokol kesehatan. Kan anak-anak SD dan SMP, susah untuk tidak berpelukan dengan teman-temannya, apalagi hampir setahun tidak ketemu,” ujarnya.

Pemkot Solo telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka pada awal November 2020. Sebelum melaksanakan simulasi PTM, para siswa, guru, dan karyawan mengikuti tes cepat di sekolah masing-masing.

Simulasi PTM sendiri telah diikuti oleh 50 persen siswa, sedangkan 50 persen lainnya belajar di rumah selama 14 hari. Untuk 14 hari selanjutnya, siswa yang tadinya belajar di rumah mengikuti simulasi PTM, dan sebaliknya.

Nantinya, pada hari ke-14 akan digelar tes cepat ulang kepada para siswa yang belajar di sekolah. Pemkot mengeklaim, sejauh ini belum menemukan adanya anak-anak yang bermain setelah mengikuti simulasi PTM.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts