Viral Pemulung Diduga Settingan Saat Risma Blusukan, Ternyata Eks Satgas PDIP?
Nasional

Beredar isu liar bahwa gelandangan dan pemulung yang ditemui Mensos Tri Rismaharini saat blusukan adalah settingan belaka. Benarkah? Begini faktanya di lapangan.

WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi sorotan setelah melakukan blusukan dan bertemu sejumlah tunawisma. Aksinya ini menuai pro dan kontra, bahkan sampai memicu munculnya berbagai spekulasi liar termasuk isu pemulung settingan.

Salah satunya terkait seorang pemulung yang diisukan sebagai seorang pedagang poster yang menyamar. Isu soal pemulung settingan ini menjadi viral di media sosial dan ternyata berbuntut perundungan daring.

Hal ini diungkap sendiri oleh sang pedagang poster yang membantah isu dirinya menjadi gelandangan yang ditemui Risma tersebut. "Bahwasanya itu pemulung (gelandangan) itu berstatus jual bingkai itu tidak benar. Pedagang aslinya saya," ujar Doni BK (59) sang pedagang, Kamis (7/1), dilaporkan Kompas.

Bahkan Doni mengakui anak keempatnya sampai menangis karena menjadi korban perundungan di media sosial akibat spekulasi liar tersebut. Pasalnya banyak warganet yang menyebut Doni terlampau pandai berakting hingga membuat publik percaya bahwa dirinya gelandangan.

"Komen (bully) di media sosial, sampai anak saya nangis. Anak keempat itu di-bully lewat medsos," terang Doni yang dijumpai di kiosnya di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Jakarta Selatan. "Kok begitu dibilangnya, biar laku jualannya. Katanya pencitraan."


Padahal pemulung yang ditemui Risma saat blusukannya bukan Doni. Kendati demikian sang pedagang mengaku mengenal Nur Saman, pemulung yang ditemui Risma kala itu. Ia lantas menunjuk sebuah sudut di pinggir Kali Minangkabau, tempat biasanya Nur Saman duduk-duduk.

Media Republika pun ikut mencari tahu perihal sang pemulung yang diisukan rekayasa semata. Dan ketika ditemui, Nur Saman membeberkan sebuah fakta mengejutkan.

"Saya tuh dulu pernah jadi Satgas PDIP di kantor PDIP yang di Jalan Diponegoro. Sudah lama banget itu," ujar Nur Saman, dilansir dari Republika, Jumat (8/1). "Kalau sekarang, saya bukan kader PDIP, malah sekarang jadi pemulung."

Terkait dengan kedatangan Risma kala itu, ujar Saman, berawal dari dirinya yang memang sedang mencari kardus di sekitar Kuningan. Dan dari tunawisma lain di sana Saman mendengar kedatangan Risma secara tiba-tiba.

"Ya kalau itu saya tidak tahu. Tiba-tiba ada orang pakai baju putih datang. Oh itu Bu Risma," jelas Saman. "Ya sudah dia hanya melihat dan melambaikan tangannya. Tidak sama sekali memberi bantuan atau uang."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts