Ternyata Ini Cara Sederhana Pastikan Vaksin COVID-19 Lebih Efektif
Twitter/KemenkesRI
Health
Vaksin COVID-19

Vaksinasi memang dirancang untuk mengurangi risiko paparan virus Corona, namun agar lebih efektif reaksi antibodinya diperlukan upaya tambahan yang ternyata cukup sederhana untuk dilakukan.

WowKeren - Secara umum, vaksinasi COVID-19 diberikan demi memicu munculnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Namun secara spesifik kepada penerimanya, vaksin COVID-19 diharapkan bisa memicu reaksi antibodi demi mengurangi risiko paparan infeksi virus Corona serta menurunkan kemungkinan timbulnya gejala klinis yang parah.

Namun ternyata ada cara untuk memastikan vaksin bekerja lebih efektif di dalam tubuh penerima. Caranya pun sederhana seperti yang disampaikan RPSGT dari Snoring & Sleep Disorder Clinic dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja berikut ini.

"Yang efisiensi tidurnya lebih dari 98 persen, bisa dibilang punya daya tahan tubuh yang kuat terhadap virus," papar Andreas dalam Virtual Media Briefing memperingati World Sleep Day 2021. Individu yang memiliki waktu tidur cukup, ujar Andreas, bisa merespons vaksin dengan lebih baik dan efektif.


Sebab seperti memakan makanan bergizi, tidur dengan cukup juga membuat individu yang bersangkutan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. "Sekarang kan lagi vaksin, ya, kalau sebelum vaksinasi tidurnya cukup, responsnya akan baik, daya tahan tubuhnya akan baik dibanding yang kurang tidur," kata Andreas, dikutip dari Detik Health, Rabu (17/3).

Menurut Andreas, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon stres di dalam tubuh. Peningkatan produksi hormon semacam ini bisa menimbulkan reaksi inflamasi atau peradangan dalam tubuh yang tentu saja berbahaya terhadap penerimaan vaksin.

Karena itulah, Andreas mendorong agar masyarakat memastikan kecukupan tidurnya sebelum melakukan vaksinasi COVID-19. Daya tahan tubuh tentu harus dijaga selama sebelum, ketika, dan sesudah penerimaan vaksin COVID-19 demi dampak perlindungan yang lebih efektif.

"Yang tidur cukup (sebelum vaksinasi) daya tahan tubuhnya tinggi sekali, dibanding yang kurang tidur. Nah, kurang tidur ini akan berakibat pada tingginya stress hormone yang akan meningkatkan sel-sel inflamasi atau peradangan di dalam tubuh," terang Andreas.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts