Sandiaga Uno Ikut Beri Komentar Soal Jenazah Viral Ditandu Sejauh 60 Km
Instagram/sandiuno
Nasional

Keluarga mengaku tak punya dana puluhan juta rupiah untuk menerbangkan jenazah sehingga memilih untuk menandu dengan berjalan kaki.

WowKeren - Jenazah Renti Tanta asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mendadak viral. Pasalnya, jenazah tersebut ditandu dari Desa Badangkaia menuju ke Desa Tedeboe yang jaraknya kurang lebih sekitar 60 kilometer.

Keluarga mengaku tak punya cukup uang untuk membeli tiket pesawat guna menerbangkan jenazah tersebut. Tak punya pilihan lain, keluarga memutuskan untuk menandu jenazah dengan berjalan kaki sejauh puluhan kilometer. Hal itu diungkapkan oleh suami almarhum, Helon Towimba.


"Kasihan kami hanya rakyat kecil yang tak punya apa-apa. Kita tak mampu kumpulkan uang hingga puluhan juta," kata Helon dilansir dari Detik pada Kamis (14/2). "Lebih baik jenazah istri saya kita tandu keluarga saja jalan kaki."

Tarif pesawat untuk mengirimkan jenazah lewat udara memakan biaya kurang lebih Rp 50 juta. Helon tak memiliki uang sebanyak itu. "Lantas, di mana kita dapat itu (uang)?" tanya Helon.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani. Indah mengatakan bahwa memang benar biaya yang diperlukan untuk menerbangkan jenazah mencapai Rp 50 juta. "Kemarin itu harganya Rp 50 juta untuk naik pesawat," kata Indah dilansir dari Detik, Kamis (14/2).

Sementara itu, Cawapres 02 Sandiaga Uno mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu merupakan bukti belum meratanya pembangunan infrastruktur secara keseluruhan.

"Kami sangat prihatin," kata Sandiaga di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (13/2). "Infrastruktur dasar belum, belum sepenuhnya."

Untuk itu, Sandiaga berkomitmen bahwa jika menang Pilpres 2019 nanti, ia dan Prabowo akan memfokuskan pembangunan pada infrastruktur di pedesaan. Selain itu dalam praktiknya, juga akan lebih melibatkan partisipasi dari masyarakat. Dengan begitu, rakyat bisa merasakan langsung dampak pembangunan.

"Pada Prabowo-Sandi masyarakat akan ambil porsi lebih," lanjut eks Wagub DKI Jakarta tersebut. "Yang dirasa langsung masyarakat, seperti jalan-jalan di desa, pertanian yang berkaitan dengan pengairan, yang bisa dikerja samakan dengan swasta."

Selain infrastruktur pedesaan, Sandiaga juga akan memperhatikan infrastuktur pertanian dan perikanan. Sebab, sektor-sektor ini sangat bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Itu menjadi fokus pembangunan ke depan adalah di infrastruktur yang langsung bersinggungan dengan masyarakat dalam keseharian mereka," tegas Sandiaga, "Termasuk infrastruktur pedesaan, pertanian, infrastruktur yang berkaitan dengan nelayan dan sebagainya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...