Diduga Plagiat Konsep Performance Lagu Solo V BTS 'Singularity', Idol Jepang Ini Jadi Sorotan Netter
Official
Musik

Dalam aksi panggung Kento membawakan lagu berjudul 'Because Of Love', ia membawakan konsep dan properti panggung yang begitu mirip dengan 'Singularity' milik V BTS.

WowKeren - Idol Jepang Nakajima Kento dari boy grup Sexy Zone baru-baru ini menuai sorotan dari masyarakat Korea. Salah satu idol ternama Jepang menerima kecurigaan dari netter Korea karena diduga menjiplak konsep dan tema dari performance lagu solo salah satu anggota Bangtan Boys (BTS), V.

Dalam aksi panggung Kento membawakan lagu berjudul "Because Of Love", ia membawakan konsep dan properti panggung yang begitu mirip dengan "Singularity" milik V BTS. Nakajima Kento terlihat muncul di belakang bingkai emas. Tak hanya itu ia juga menari dengan jaket tergantung di rak pakaian dengan tangan yang terpasang di dalam lengan baju, sangat khas dengan konsep yang dibawakan V saat menyanyikan "Singularity".


Diduga Plagiat Konsep Performance Lagu Solo V BTS \'Singularity\', Idol Jepang Ini Jadi Sorotan Netter

Allkpop

Penyanyi ini juga menggunakan topeng putih sebagai properti tambahan, yang juga sangat familiar dalam MV solo V tersebut. V juga terlihat beberapa kali menggunakan topeng putih selama pertunjukan live "Singularity".

Hal ini tentu mendapat perhatian publik Korea. Dalam forum komunitas online Theqoo, banyak netter yang menyebut bahwa kesamaan tersebut sangat mirip sehingga mereka merasakan getaran dari lagu V. Beberapa netter bahkan menyebut penampilan Nakajima Kento sebagai cover karena sangat mirip.

"Bahkan jika koreografer-nya yang sama, gerakannya tidak bisa sama. Tidak hanya gerakannya tetapi juga memiliki konsepnya (yang mirip). Jika kalian menonton video, ini adalah penampilan 'Fake Love'," ungkap netter. "Apakah itu cover? Itu sangat mirip," lanjut netter

"Bahkan jika koreografer-nya yang sama, kenapa ia memberikan koreografi yang sama untuk lagu lain?" tanya netter. "Entah koreografinya sama atau tidak, konsepnya jelas sama. Itu plagiarisme," ungkap netter lain. "Mengapa kamu tidak malu? Di mana hati nuranimu?" lanjut netter.

"Bukankah lebih memalukan karena koreografer-nya yang sama?" sahut netter. "Koreografer bukan masalah, tetapi bahkan konsepnya seperti Fake Love. Aku penggemar BTS dan aku yakin tentang itu," sahut netter. "Seorang koreografer dapat menjual koreografi kepada orang lain. Apa apaan?" sahut netter lain. Bagaimana menurut kalian?

You can share this post!

Related Posts
Loading...