Video Reka Adegan Detik-detik Pasien COVID-19 Meninggal Viral di Internet
Dunia
Pandemi Virus Corona

dr Kenneth Remy dari Washington University dan Barnes-Jewish Hospital-St Louis Children's Hospital membuat video reka ulang detik-detik terakhir sebelum pasien COVID-19 meninggal hingga viral. Apa tujuannya?

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih belum berakhir. Bahkan sejumlah negara tengah menghadapi ancaman gelombang kedua virus corona tersebut.

Seorang dokter ingin mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 ini belum berakhir dan semua orang harus peduli. Ia pun membuat reka ulang detik-detik terakhir sebelum pasien COVID-19 meninggal untuk menyampaikan pesan tersebut.

Ide tersebut pun diwujudkan oleh dr Kenneth Remy dari Washington University dan Barnes-Jewish Hospital-St Louis Children's Hospital. Ia membuat video dari sudut pandang orang pertama untuk menggambarkan bagaimana rasanya diintubasi dengan napas sudah penghabisan. "Anda berbaring di tempat tidur, melihat saya dan orang lain di ruangan," jelasnya.

"Ini mensimulasikan, pada dasarnya, seperti apa rasanya bernapas, dan lalu, sejujurnya, seperti apa rasanya bagi saya mendatangi Anda dengan endotracheal tube dan laryngoscope," katanya. "Bagi beberapa pasien, inilah rasanya berada di akhir hayatnya. Mereka melihat itu, mereka mendapat obat dan tidak pernah bangun lagi."


Remy pun mengaku sudah menangani 1.000 pasien COVID-19 dan mengintubasi 100 di antaranya. Video yang dibagikannya di Twitter tersebut viral dan sudah dilihat lebih dari 223 ribu kali.

Source: Twitter

"Saya berharap momen terakhir hidup Anda tidak seperti ini, karena ini adalah yang Anda akan lihat di akhir hayat jika kita tidak mulai pakai masker ketika berada di tempat umum," pesannya. "Ketika kita tidak menerapkan penjarakan sosial. Ketika kita tidak sering-sering mencuci tangan."

Seperti yang telah diketahui, hingga saat ini dunia tengah bergelut dengan pandemi COVID-19. Tercatat 13 juta lebih warganya telah terinfeksi, tertinggi di dunia, dengan kematian mencapai 272 ribu kasus.

Bahkan vaksin pun belum tersedia. Oleh karena itu, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mencegah infeksi, antara lain melalui penggunaan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan, seperti disarankan Remy.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts