Keluarga Tolak Autopsi, Kakak Perempuan Buka-Bukaan Soal Kematian Rapper Iron
Selebriti

Kakak perempuan Rapper Iron secara pribadi telah mengonfirmasi bahwa jenazah adiknya tidak akan menjalani autopsi. Ia juga terbuka tentang kematian tragis sang adik.

WowKeren - Kakak perempuan Rapper Iron secara pribadi telah mengonfirmasi bahwa jenazah adiknya tidak akan menjalani autopsi. Ia juga menekankan bahwa Iron adalah orang yang lebih baik dari apa yang telah dilaporkan media.

Menyusul berita kematiannya, pemakaman Iron diadakan di National Medical Center di Seoul. Di pemakaman, kakak perempuannya bertemu dengan Edaily untuk menjelaskan beberapa rumor seputar kematian Iron dan rencana masa depan.

"Sejak awal, keluarga kami tidak ada niat untuk melakukan autopsi pada Iron. Kami sudah menyelesaikan upacara peti mati (menempatkan jenazahnya di peti mati) tadi pukul 2 siang," kata kakak perempuan Iron pada 26 Januari.

"Sungguh memilukan melihat artikel yang mengatakan bahwa polisi sedang berdiskusi dengan keluarga korban untuk memutuskan apakah akan melakukan autopsi atau tidak, serta spekulasi terkait lainnya," lanjutnya.


Kakak perempuan Iron dengan sopan menolak permintaan wawancara untuk penyebab kematiannya. Ia malah berbagi bahwa Iron masih berhubungan dengan keluarga sampai baru-baru ini. Ia juga menghilangkan rumor tentang kasus penyerangannya pada Desember lalu.

"Heon Chul (nama asli Iron) telah berhubungan dengan keluarga hingga saat ini. Dia stres tentang musiknya karena dia perfeksionis, tapi dia tidak memiliki masalah kesehatan," ungkapnya.

"Mahasiswa yang bersangkutan, terkait kasus penyerangan bulan Desember, datang untuk memberikan penghormatan kepada Iron hari ini. Ada banyak hal yang berbeda dari yang dipublikasikan, dan mahasiswa tersebut juga tidak memiliki hubungan yang buruk dengan kami. Kami berharap kalian tidak akan menulis artikel spekulatif," tambahnya.

Kembali pada 25 Januari, Iron ditemukan oleh seorang penjaga keamanan, berlumuran darah di petak bunga di luar kompleks apartemen. Ia segera dibawa ke ruang gawat darurat, tapi dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Sebelumnya pada 2017, Iron ditangkap karena melakukan penyerangan fisik terhadap mantan pacar saat melakukan hubungan seksual. Iron juga didakwa atas tuduhan penggunaan ganja pada 2016. Untuk penyerangan pada 2018, ia dijatuhi hukuman percobaan dua tahun dan 80 jam pengabdian masyarakat, dengan konsekuensi dua tahun penjara jika masa percobaan itu dibatalkan.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts