Selain Chat, Dispatch Ungkap Banyak Kesaksian Terkait Tuduhan Bullying Aktris Park Hye Soo
Selebriti
Isu Bullying Artis Korea

Dispatch merilis apa yang mereka dapatkan terkait bullying di sekolah yang dituduhkan pada Park Hye Soo. Media terkenal itu juga merilis informasi lain serta kesaksian teman sekolah mereka.

WowKeren - Dispatch merilis apa yang mereka dapatkan terkait bullying di sekolah yang dituduhkan pada Park Hye Soo. Selain chat, media terkenal itu juga merilis informasi lain serta kesaksian teman sekolah mereka.

Sebelumnya, netizen A yang mengaku teman Park Hye Soo membuat klaim bahwa sang aktris akan memukul kepalanya. Namun berdasarkan isi chat yang dirilis Dispatch, hubungan mereka cukup dekat.

Dispatch juga dapat bertemu dengan teman sekelas K yang menyaksikan dugaan penyerangan antara A dan Park Hye Soo. Ia menyatakan bahwa itu adalah perkelahian sederhana yang biasa terjadi antara anak SMP.

"A dipukul oleh Park Hye Soo? Itu lucu. Mereka selalu dekat, tapi mereka salah paham. Pada hari itu, mereka mulai berkelahi sambil berbicara satu sama lain, tapi aku tidak ingat siapa yang memegang kepala siapa lebih dulu," ungkap K.

"Hye Soo didorong ke dinding, menabrak loker, dan mimisan. Aku membawa Hye Soo ke kantor perawat. Tidak benar bahwa A adalah satu-satunya orang yang terkena pukulan. Keduanya berdamai beberapa hari kemudian. A bahkan suka memanggil 'Hye Su unnie.'"

A juga mengirim surat kepada Park Hye Soo untuk ulang tahunnya pada 2011, setelah lulus SMP. Isi suratnya benar-benar manis. A bahkan mengaku kangen dengan Park Hye Soo dan ingin bertemu lagi. A juga mendoakan bintang drama "Dear.M" itu sukses.

Dispatch Ungkap Kesaksian Teman Park Hye Soo dan Terduga Korban Bullying 1

Source: Dispatch

Pada 23 Januari 2015, A mengirim pesan dukungan kepada Park Hye Soo, "Unnie, aku sangat bangga padamu. Aku menonton 'K-Pop Star' setelah wawancaraku, dan kamu yang terbaik, lebih baik dari siapa pun."

Sejak membuat tuduhan, Dispatch telah mencoba untuk menghubungi A melalui pesan pribadi di media sosial, tapi belum mendapat tanggapan. A telah menghapus semua postingan media sosialnya.

Penuduh lain B, yang juga mengaku korban mengklaim Park Hye Soo bahkan memaki ayahnya. Dispatch menganalisis beberapa pesan teks antara B dan Park Hye Soo dan tidak menemukan bahasa yang kasar. Namun pesan teks yang bisa berhubungan dengan bullying di ruang karaoke tidak dapat dikembalikan. Beberapa pesan yang dikirim oleh Park Hye Soo ke B pada Agustus 2010 bisa dipulihkan.

Dispatch Ungkap Kesaksian Teman Park Hye Soo dan Terduga Korban Bullying 2

Source: Dispatch

Park Hye Soo: Aku akan pergi ke ruang belajar lagi hari ini. Apakah kamu sudah bilang nenekmu?

Park Hye Soo: Haruskah aku membawa buku sejarah kelas 8 atau pelajaran sosialku dan pergi? Apakah kamu ingin belajar bersama?

Park Hye Soo: Ah. Aku memiliki kelas akademi sampai 7:20

Park Hye Soo: Lalu apakah kamu ingin pergi ke ruang belajar setelah akademiku selesai?

Kesalahpahaman kecil mungkin menyebabkan awal ketidaksepakatan antara B dan Park Hye Soo.


Dispatch Ungkap Kesaksian Teman Park Hye Soo dan Terduga Korban Bullying 3

Source: Dispatch

B: Kita seharusnya pergi ke ruang belajar, dan kemudian pergi karaoke dengan yang lain.

B: Tapi kamu tidak memberi tahu kami, dan pergi ke karaoke dengan grup lain?

B: Baru saja, aku khawatir tentang kamu dan memanggil namamu.

B: Tapi kamu mengabaikan saya dan tidak memperhatikan, dan hanya berbicara dengan orang lain saja.

Park Hye Soo: Bukan itu yang terjadi. Ponselku mati, dan aku menyalakannya saat sampai di rumah.

Park Hye Soo: Aku pergi ke karaoke karena yang lain menungguku.

Park Hye Soo: Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi sebelumnya. Aku tidak waras karena XX (siswa lain).

Dispatch menunjukkan bahwa B tidak menyebut Park Hye Soo sebagai unnie, melainkan memanggilnya "Hye Soo-ya". Namun Dispatch juga menyatakan bahwa tidak mungkin menyimpulkan jenis hubungan B dan Park Hye Soo hanya dari pesan-pesan ini. Dispatch telah meminta analisis kedua atas pesan-pesan mereka sebelumnya.

Berdasarkan apa yang dinyatakan B dalam postingan, mengklaim bahwa ia dipukul di depan 20 siswa. Dispatch keluar untuk mencoba dan mewawancarai beberapa orang yang hadir. Mereka dapat menghubungi empat orang yang hadir pada saat dugaan insiden tersebut. Berdasarkan pernyataan mereka, Dispatch menyimpulkan empat hal:

  1. Park Hye Soo tidak ada di ruang karaoke.
  2. Siswa C adalah orang yang melakukan penyerangan.
  3. Park Hye Soo bergabung dengan grup saat mereka berada di taman bermain.
  4. Siswa laki-laki D melakukan penyerangan di taman bermain.

Secara spesifik, dua orang menyatakan bahwa penyerangan di taman bermain itu dipimpin oleh seorang laki-laki, bukan perempuan. Seorang individu juga menyatakan bahwa B dan D berdamai segera setelah insiden taman bermain, dan keduanya bahkan memposting foto bersama di media sosial.

Dispatch juga dapat bertemu dengan beberapa siswa yang bersekolah di SMP Jangpyeong bersama Park Hye Soo di kelas 7. Park Hye Soo bersekolah selama lebih dari setahun sebelum pergi ke Amerika Serikat untuk belajar di luar negeri. Semua siswa ini menyatakan bahwa Park Hye Soo adalah korban bullying di SMP Daecheong.

Siswa M berkata, "Saat aku makan, aku mendapat telepon dari Hye Soo. Dia sangat malu karena seseorang sengaja membalik nampannya saat dia sedang makan siang. Teman-teman yang makan siang denganku akan ingat, karena menyalakan speakerphone dan mereka bisa mendengar suaranya."

"(Hye Soo) mengalami kesulitan saat pertama kali memasuki SMP Daecheong. Dia sering meneleponku sambil menangis. Dia didiskriminasi dan diberi tahu bahwa dia memiliki 'bau Gangbuk'. (Gangbuk adalah area di utara Seoul, di dekat pegunungan)."

Siswa S mengungkapkan, "Aku adalah wakil presiden kelas selama semester 2 di kelas 7. Dia populer di kalangan siswa. Dia tidak pernah mengalami hal seperti ini di (Jangpyeong). Dia sering datang ke Jangam-dong, tempat dia tinggal, karena dia kesulitan menyesuaikan diri dengan SMP Daecheong."

Pada akhirnya, Dispatch berusaha menghubungi A dan B untuk mendapatkan pemikiran mereka tentang situasi tersebut, namun tidak ada yang menerima permintaan wawancara dari Dispatch.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts