7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Nomor 3 Sering Terjadi Namun Jarang Disadari
Unsplash/Robert Anderson
Health

Konsumsi gula tambahan yang sangat besar bisa menyebabkan sel resistan terhadap insulin. Berikut beberapa tanda jika tubuh mulai kelebihan asupan gula.

WowKeren - Gula adalah salah satu sumber energi penting yang diperlukan oleh tubuh. Tentu saja, sumbernya juga beragam. Fruktosa yang ditemukan dalam buah dan sayuran maupun laktosa dalam makanan mengandung susu adalah contoh gula alami. Namun, selain itu ada juga yang namanya gula tambahan yang banyak ditemukan dalam makanan olahan. Gula tambahan yang dimasukkan ke makanan juga termasuk gula alami seperti madu dan sirup maple.

Saat glukosa dalam tubuh memasuki aliran darah kadar glukosa akan meningkat yang mengakibatkan pankreas mengeluarkan insulin untuk menyeimbangkannya. Namun jika konsumsi gula tambahan sangat besar maka bisa menyebabkan sel resistan terhadap insulin yang akan membawa pada risiko inflamasi dan kondisi kronis lainnya. Oleh sebab itu hal ini perlu diwaspadai. Berikut beberapa tanda jika tubuh mulai kelebihan gula.

(wk/zodi)

1. Mudah Tersinggung dan Moody


Mudah Tersinggung dan Moody
Unsplash/Shane

Mungkin poin yang pertama ini terdengar aneh, namun begitulah kenyataannya. Jika kamu merasa murung, mudah tersinggung atau gelisah kamu perlu memperhatikan apa yang baru saja kamu makan. Makanan yang memiliki kadar gula tinggi tanpa protein dan lemak dapat meningkatkan gula darah.

"Tetapi saat tubuh terburu-buru memproses semuanya, tingkat energi menurun, membuat tubuh merasa lesu dan mudah tersinggung," kata Jessica Cording, RD, seorang health coach di New York. Sementara itu, penelitian pada awal 2020 menunjukkan jika gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.

2. Makanan Tak Lagi Terasa Manis


Makanan Tak Lagi Terasa Manis
Pexels/cottonbro

Tanda lainnya jika tubuh kelebihan gula bisa dilihat dari jika makanan manis yang biasa kamu makan tidak lagi terasa manis sehingga membuatmu harus menambah gula lagi dan lagi. Cording mengatakan jika otak akan mengharapkan tingkat rasa manis yang sangat tinggi. Ketika sudah terbiasa maka kamu akan merasa lebih sulit merasa puas dengan makanan manis yang ada selama ini.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya mengubah kebiasaan misalnya dengan beralih dari yoghurt rasa buah ke yoghurt rasa tawar. Namun kamu juga perlu hati-hati ketika mengganti gula dengan pemanis buatan karena banyak pemanis buatan yang justru lebih manis sehingga bisa "menipu" otak.

3. Terus Merasa Lapar


Terus Merasa Lapar
Unsplash/Jarritos Mexican Soda

Rasa lapar yang terus-menerus bisa menjadi salah satu pertanda tubuhmu kelebihan gula. Tubuh yang kekurangan protein, serat, dan lemak sehat akan membakar kalori gula dengan cepat sehingga meningkatkan rasa lapar. Jadi, kamu mungkin perlu curiga jika akhir-akhir ini merasa ingin ngemil terus-terusan.

William W. Li, MD, seorang dokter di Cambridge, mengatakan jika gula dapat merusak hormon lemak, termasuk leptin yang bertugas menghambat rasa lapar. "Gula tinggi mengganggu metabolisme, sebagian karena mengganggu leptin," ujarnya seraya menambahkan jika gula akan membuat kita merasa lebih lapar dan makan lebih banyak.

4. Tekanan Darah Tinggi


Tekanan Darah Tinggi
Pexels/Pavel Danilyuk

Tekanan darah tinggi bisa jadi disebabkan karena konsumsi gula tambahan yang terlalu banyak. Kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan pembuluh darah yang mana kondisi ini menyebabkan lemak seperti kolesterol lebih mudah menempel di dinding pembuluh darah.

Jika ada sesuatu yang menempel di pembuluh darah maka akan memicu terjadinya pengerasan. Pengerasan yang terjadi pada pembuluh darah akan menyebabkan tekanan darah menjadi naik.

5. Muncul Jerawat dan Kerutan


Muncul Jerawat dan Kerutan
Pexels/Dih Andréa

Jerawat memang ada banyak penyebabnya, termasuk salah satunya adalah kelebihan gula. Perhatikan asupan makananmu akhir-akhir ini apakah kamu terlalu banyak makan gula. Studi menunjukkan jika resistensi insulin dapat mempengaruhi perkembangan jerawat.

"Kontrol glikemik memainkan peran penting dalam kesehatan kulit dan jerawat," kata Cording. Selain itu, kelebihan gula juga bisa mendorong munculnya tanda penuaan dini seperti kerutan, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Maret 2020 di Nutrients.

6. Nyeri Sendi


Nyeri Sendi
Pexels/Karolina Grabowska

Konsumsi terlalu banyak gula rupanya memberikan banyak pengaruh di tubuh, termasuk munculnya rasa nyeri pada persendian. Selain karena faktor usia, rasa nyeri pada sendi bisa disebabkan karena asupan makanan.

Penelitian yang terbit pada 2017 lalu menunjukkan bahwa mengonsumsi soda yang dimaniskan dengan gula dikaitkan dengan peningkatan risiko rheumatoid arthritis (RA) pada beberapa wanita. Mengonsumsi terlalu banyak gula bisa memicu terjadinya peradangan sistemik yang mana kondisi ini menimbulkan rasa nyeri pada persendian.

7. Sulit Tidur Nyenyak


Sulit Tidur Nyenyak
Pexels/cottonbro

Jika kamu sulit tidur namun bukan karena tertekan atau depresi, bisa jadi penyebabnya adalah makanan. Penelitian pada 300 mahasiswa yang diterbitkan di American Journal of Lifestyle Medicine, kualitas tidur yang buruk berkaitan erat dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi.

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa kondisi di atas, segeralah periksa ke dokter untuk mengetahui kadar kadar gula darahmu. Konsumsi gula tambahan secara berlebihan bisa memicu obesitas, meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit hati, hingga kanker. Oleh sebab itu, yuk perhatikan konsumsi gula mulai dari sekarang!

Bagi kamu yang tertarik menyimak artikel kesehatan lainnya, bisa membaca artikel ini untuk mengetahui apa saja tanda jika daya tahan tubuh mulai melemah. Intip juga manfaat kunyit untuk kesehatan tubuh di sini, ya.

You can share this post!

Related Posts