Nomor 4 Patut Diwaspadai! Ini 7 Kemungkinan Penyebab Tubuh Alami Memar Secara Tiba-Tiba
Health

Jika hanya terjadi satu atau dua kali mungkin kamu tidak akan segera menyadarinya. Namun jika memar yang tiba-tiba muncul sering terjadi, kamu perlu mewaspadainya.

WowKeren - Memar merupakan kondisi medis ketika terjadi perubahan warna kulit akibat pecahnya pembuluh darah di bawah lapisannya. Memar yang disebut juga sebagai lebam, biasanya muncul pada bagian tubuh yang terbentur benda keras atau jatuh. Biasanya, luka memar akan terasa sakit saat disentuh.

Namun, pernahkah kamu mengalami luka memar tiba-tiba tanpa sebab yang pasti? Jika hanya terjadi satu atau dua kali mungkin kamu tidak akan segera menyadarinya. Namun jika memar yang tiba-tiba muncul ini sering terjadi, kamu perlu mewaspadainya.

Sebab selain mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa sakit, bisa jadi memar yang kamu alami merupakan sinyal tubuh untuk memberitahukanmu bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kamu mengalami memar tiba-tiba.

(wk/zodi)

1. Faktor Usia


Faktor Usia

Salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab munculnya memar tiba-tiba adalah usia. Seiring bertambahnya usia, kulit akan semakin menipis dan pembuluh darah juga akan melemah. Tak heran jika mereka yang berusia 60 tahun ke atas lebih sering mengalami luka memar tanpa sebab yang jelas.

Seiring bertambahnya usia, jaringan kolagen maupun lemak pada kulit juga akan semakin berkurang. Begitu juga dengan pembuluh darah yang akan kehilangan elastisitasnya. Hal inilah yang menyebabkannya mudah pecah sehingga memunculkan memar.

2. Faktor Jenis Kelamin


Faktor Jenis Kelamin

Melansir Prevention, luka memar lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena pada umumnya laki-laki memiliki lapisan kulit yang yang lebih tebal dan juga cadangan kolagen yang lebih banyak.

Kondisi ini mampu meningkatkan perlindungan pada pembuluh darah dari benturan atau trauma. Di sisi lain, wanita memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi, yang dapat mencegah pembentukan dinding pembuluh darah sehingga memungkinkan lebih banyak darah keluar sebelum dapat membeku.

3. Obat-obatan


Obat-obatan

Luka memar yang kamu alami bisa juga diakibatkan oleh obat-obatkan yang sedang kamu konsumsi. Beberapa jenis obat-obatan pengencer darah seperti aspirin, warfarin, dan heparin bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah.

Selain itu, ada juga obat lain yang dapat melemahkan pembuluh darah, memperburuk peradangan, atau meningkatkan risiko pendarahan. Jenis obat ini biasanya termasuk antidepresan, steroid topikal, dan bahkan pengobatan herbal seperti ginseng, jahe, dan bawang putih dalam jumlah besar.

4. Vaskulitis


Vaskulitis

Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah yang bisa menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah. Penyakit ini akan melemahkan pembuluh darah sehingga mudah terjadi pendarahan. Tingkat keparahan vaskulitis bervariasi mulai dari ringan hingga level mengancam keselamatan nyawa.

Selain memar, vaskulitis juga bisa menyebabkan sesak napas. Gejala lain yang mungkin ditimbulkan dari kondisi ini adalah mati rasa pada tungkai dan bercak ungu pada kulit.

5. Konsumsi Alkohol


Konsumsi Alkohol

Sudah menjadi rahasia umum jika konsumsi alkohol bisa memicu penyakit hati seperti sirosis. Penyakit ini secara perlahan akan merusak fungsi hati. Ketika hati mengalami gangguan yang semakin serius maka hati bisa berhenti memproduksi protein yang membantu pembekuan darah.

Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan pendarahan berlebih dan kulit mudah memar. Jika kamu mengalami mudah memar disertai dengan kaki bengkak, urine berwarna gelap, atau mata dan kulit yang menguning, maka segeralah pergi ke dokter.

6. Kekurangan Vitamin


Kekurangan Vitamin

Vitamin tertentu berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah. Jika kebutuhan vitamin ini dalam tubuh tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka kamu bisa dengan mudah mengalami pendarahan. Vitamin K membantu tubuh membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan.

Jadi bisa dibayangkan jika tubuh kekurangan vitamin K maka akan mudah mengalami memar dan pendarahan secara berlebihan. Begitu juga dengan vitamin C, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gusi berdarah, luka yang tidak kunjung sembuh, dan memar.

7. Cedera Otot


Cedera Otot

Bisa jadi, luka memar yang tiba-tiba muncul di kaki atau tanganmu disebabkan keran cedera otot. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot dan tendon tubuh menjadi tegang dan tertarik karena adanya tekanan yang besar. Coba ingat-ingat apakah kamu belum lama ini baru saja mengangkat beban berat atau olahraga berlebihan.

Pada dasarnya, luka memar akan hilang dengan sendirinya selama beberapa hari. Namun, kamu juga bisa memberikan pertolongan pertama dengan memberinya kompres air dingin. Jika memang memar yang kamu alami membuatmu merasa sakit yang tak tertahankan, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri secukupnya.

Intip juga tips untuk mengatasi luka lecet agar lebih cepat sembuh di artikel ini, ya. Hampir sama seperti luka memar, luka lecet pada umumnya tidak menimbulkan banyak perdarahan dan bersifat ringan, sehingga bisa diobati sendiri di rumah. Baca juga tips mengatasi eksim atopik pada anak di sini.

You can share this post!

Related Posts