Waspada dan Kenali Gejala 8 Penyakit yang Rentan Terjadi di Musim Hujan dan Saat Banjir Ini
Health
Banjir Jakarta 2020

Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir selama beberapa hari terakhir. Jika Anda berdomisili di kawasan ibukota, sebaiknya waspadai beberapa penyakit yang rentan terjadi di musim hujan dan banjir ini dengan mengenali gejalanya.

WowKeren - Hujan deras yang mengguyur ibukota Jakarta dan sekitarnya pada malam pergantian tahun 2020 mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Sebagian kalangan bahkan menyebut jika banjir tahun ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa penyakit menular mudah sekali mewabah saat banjir karena dapat ditularkan melalui air. Selain itu, air yang kotor saat banjir juga dapat menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan. Jika lingkungan Anda terkena banjir, sebaiknya waspadai munculnya beberapa penyakit berikut ini.

(wk/eval)

1. Waspadai Leptospirosis, Penyakit yang Kerap Terjadi di Musim Hujan dan Banjir


Waspadai Leptospirosis, Penyakit yang Kerap Terjadi di Musim Hujan dan Banjir

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sebaiknya diwaspadai saat musim hujan dan banjir. Leptospirosis sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira dan biasanya disebarkan melalui hewan. Di Indonesia, hewan penular terutama penyakit ini adalah tikus yang ditularkan melalui kotoran dan air kencingnya.

Di musim hujan terutama ketika terjadi banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar untuk menyelamatkan diri. Mereka akan berkeliaran di sekitar manusia dan air kencingnya akan tercampur dengan air banjir. Manusia dapat terinfeksi jika menjalin kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi air kencing tikus tersebut.

Akibatnya manusia tersebut akan mengalami leptospirosis yang memiliki gejala demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit dan sakit perut. Dalam kasus tertentu, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis hingga gagal pernafasan.

2. Demam Berdarah Dengue Rawan Terjadi di Musim Hujan dan Saat Banjir


Demam Berdarah Dengue Rawan Terjadi di Musim Hujan dan Saat Banjir

Saat musim hujan biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti atau nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini disebabkan karena saat musim hujan ada banyak sampah serta tempat-tempat tertentu yang terisi air sehingga terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut.

Gejala demam dengue biasanya meliputi demam tinggi, mual, muntah, nyeri di belakang mata, ruam kulit hingga nyeri otot dan tulang. Ciri khasnya demam akan mereda di fase kritisnya yang biasanya mulai terjadi pada waktu 48 jam sejak munculnya gejala awal. Dalam beberapa kasus, demam dengue bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Kondisi inilah yang kemudian disebut demam berdarah dengue. Penderita akan muntah secara terus-menerus, mengalami pendarahan dari gusi dan hidung, cepat lelah, keluar darah pada urin, BAB berwarna kehitaman, nyeri perut, hingga kesulitan bernafas dan syok. Jika sudah mengalami gejala-gejala tersebut segera periksakan diri ke dokter.

3. Waspada Penyakit Malaria yang Kerap Terjadi Saat Banjir


Waspada Penyakit Malaria yang Kerap Terjadi Saat Banjir

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, air yang menggenang ketika banjir bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Saat itulah nyamuk penyebab malaria mendapat celah dan menjangkiti manusia dengan penyakit ini. Malaria sendiri disebabkan oleh parasit jenis plasmodium yang masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina.

Gejala yang ditunjukkan oleh penyakit ini biasanya adalah demam tinggi yang disertai dengan rasa lemas. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Karena parasit yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu pasokan darah ke organ-organ vital.

4. Diare Juga Rentan Terjadi di Musim Hujan dan Banjir


Diare Juga Rentan Terjadi di Musim Hujan dan Banjir

Berbenah dari banjir bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Lingkungan yang tidak langsung dibersihkan setelah banjir bisa menyebabkan kontaminasi bakteri yang terbawa banjir pada makanan yang merupakan salah satu penyebab diare. Gejala penyakit ini pun beragam. Mulai dari sakit perut singkat, tinja yang menjadi encer, frekuensi BAB jadi lebih sering hingga kram perut.

Penyakit ini tidak boleh diremehkan. Dalam kasus yang parah, penderitanya bisa mengalami demam, keluar darah pada tinja, penurunan berat badan hingga dehidrasi. Bahkan data WHO (Badan Kesehatan Dunia) menyebutkan bahwa setiap tahunnya ada hampir 2 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia yang meninggal karena diare. Dan 8,5 persen dari angka tersebut merupakan anak-anak dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

5. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Kerap Terjadi di Musim Hujan dan Banjir


Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Kerap Terjadi di Musim Hujan dan Banjir

Penyakit lainnya yang mengintai usai terjadi banjir adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA sendiri merupakan infeksi yang menyerang saluran pernafasan seperti hidung, tenggorokan dan paru-paru.

Gejalanya mirip seperti flu pada umumnya yakni batuk dan demam yang disertai sesak nafas serta nyeri dada. Penularan ISPA bisa dibilang cukup mudah karena dapat ditularkan melalui air liur, darah dan udara.

6. Demam Tifoid Adalah Penyakit yang Rentan Menyerang di Musim Hujan Atau Saat Terjadi Banjir


Demam Tifoid Adalah Penyakit yang Rentan Menyerang di Musim Hujan Atau Saat Terjadi Banjir

Demam tifoid adalah penyakit lainnya yang rentan terjadi di musim hujan dan banjir. Penyakit ini disebabkan oleh salmonella typhi yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi lewat makanan dan air. Penyakit ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang dan bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik dan cepat.

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penyakit ini yang harus kamu waspadai. Di antaranya adalah demam, sakit perut, sakit kepala, konstipasi ataupun diare. Jika tidak segera ditangani, penderitanya akan mengalami komplikasi seperti meningitis, infeksi hati dan kandung empedu, pneumonia hingga gangguan pada ginjal dan katup jantung.

7. Penyakit Kulit Sangat Sering Terjadi di Musim Hujan dan Banjir


Penyakit Kulit Sangat Sering Terjadi di Musim Hujan dan Banjir

Di antara semua penyakit yang mengintai korban banjir, penyakit kulit adalah yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah bakteri jenis E.Coli yang dibawa oleh air banjir. Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa bercak-bercak merah pada kulit yang bisa terasa sangat gatal. Jika tidak segera ditangani, bercak itu bisa melebar ke bagian kulit lainnya.

8. Influenza, Penyakit yang Kerap Terjadi Saat Banjir dan di Musim Hujan


Influenza, Penyakit yang Kerap Terjadi Saat Banjir dan di Musim Hujan

Penyakit lainnya yang sering sekali terjadi di musim hujan dan saat banjir adalah influenza atau flu. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, B atau C. Virus ini menyebar melalui tetesan cairan tubuh seperti ingus ataupun liur uang dapat ditularkan melalui mulut, hidung atau tangan yang menyentuh benda terkontaminasi.

Infeksi ini akan menyerang sistem pernafasan dan menyebabkan berbagai gejala seperti demam, batuk, pegal-pegal dan sakit tenggorokan. Meskipun sifatnya umum dan tidak terlalu berbahaya, beberapa orang bisa menderita komplikasi influenza seperti pneumonia.

Demikian delapan penyakit yang wajib diwaspadai saat musim hujan dan terjadi banjir. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips evakuasi aman saat banjir. Selain itu kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui tips merawat mobil di musim hujan seperti saat ini.

You can share this post!

Related Posts