Ikuti 7 Tips Ini Untuk Mengolah Jeroan Hewan Kurban Agar Tidak Berbau, Dijamin Bebas Amis!
Kuliner
Idul Adha di Tengah Corona

Meski tak sepopuler daging, namun jeroan merupakan salah satu makanan yang cukup banyak disukai. Tapi jeroan memiliki cara khusus untuk mengolahnya karena sering kali berbau amis saat diolah.

WowKeren - Idul Adha tahun 2020 ini jatuh pada kemarin, Jumat (31/7). Saat Idul Adha seperti ini basanya, keluarga-keluarga di Indonesia mendapatkan daging hasil kurban yang cukup banyak. Namun tak jarang mereka mendapatkan bagian lain dari hewan kurban seperti tulang hingga jeroan.

Meski tak sepopuler daging, namun jeroan merupakan salah satu makanan yang cukup banyak disukai. Tapi jeroan memiliki cara khusus untuk mengolahnya. Karena merupakan organ dalam, jeroan banyak memiliki darah dan juga kotoran sisa makanan hewan kurban.

Bila proses mengolahnya kurang tepat, jeroan akan berbau amis dan pastinya enggak enak ketika dimakan. Untuk itu, beriku tim WowKeren rangkum 7 tips mengolah jeroan agar tak berbau amis dan lezat dikonsumsi. Penasaran? Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Olah Jeroan Yang Masih Segar Dan Layak Konsumsi


Olah Jeroan Yang Masih Segar Dan Layak Konsumsi

Saat mendapat jeroan, sebelum diolah pilihlah jeroan yang masih segar. Kriteria masih segar dapat dilihat dari warna yang sama ketika pertama dipotong, lembab dengan permukaan tidak berlumpur, beraroma segar dan tidak terendam air.

Pada jeroan jenis babat pilih babat segar yang berwarna putih kelabu atau krem kehijauan. Di pasaran ada babat berwarna putih bersih. Warna tersebut didapat melalui proses pemutihan menggunakan bahan kimia sintesis. Untuk jenis jeroan usus pilihlah usus sapi yang berwarna merah. Usus mudah rusak dan terkontaminasi penyakit, maka bila tak segera dibersihkan dari sisa kotoran lebih dari 4 jam setelah disembelih maka usus sudah tak layak konsumsi.

2. Cuci Di Air Yang Mengalir


Cuci Di Air Yang Mengalir

Ini merupakan langkah awal yang paling penting dalam mengolah jeroan agar nantinya tak bau ketika dimasak. Kebanyakan jeroan bau, karena tidak dicuci dengan bersih. Sehingga kotorannya masih menempel, ketika jeroan diolah menjadi masakan.

Cara mencuci jeroan ini, cukup dicuci dengan air yang terus mengalir. Agar semua kotoran mengalir dengan air, hingga ke bagian dalam jeroan. Pastikan jeroan benar-benar bersih, sebelum diolah ke dalam masakan ya agar nantinya rasa masakan nikmat dan enggak bau.

3. Rendam Jeroan Dengan Air Kapur Sirih


Rendam Jeroan Dengan Air Kapur Sirih

Seringkali yang paling mengganggu dari jeroan adalah bau amisnya yang menyengat dan tak jarang membuat kita mual padahal sudah dicuci dengan bersih. Nah, salah satu cara untuk mengurangi bau amis tersebut adalah dengan merendam jeroan anda di air kapur sirih kurang lebih selama tiga puluh menit.

Setelah merendah jeroan kalian wajib mencuci lagi jeroan tersebut. Saat mencucinya, kotoran yang membuat jeroan bau itu akan luntur dan menyisakan jeroan yang benar-benar bersih. Jika sudah bersih, kalian bisa melanjutkan proses mengolah jeroan tersebut.

4. Rebus Jeroan Berulang Kali


Rebus Jeroan Berulang Kali

Merebut jeroan juga enggak boleh hanya sekali saja. Rebus masing-masing jenis jeroan sapi dalam panci yang berbeda agar aroma tidak tercampur dan tingkat kematangannya merata. Setelah mendidih buang air rebusan tersebut, lalu jeroan ditiriskan hingga air rebusan turun seluruhnya.

Selanjutnya rebus kembali jeroan tersebut dengan cara memasukannya kedalam air yang telah mendidih. Lanjutkan proses perebusan dengan api kecil hingga jeroan menjadi empuk. Untuk mempercepat proses pengempukan akan lebih baik direbus dengan menggunakan panci bertekanan (pressure cooker).

5. Buang Buih Yang Mengapung Saat Direbus


Buang Buih Yang Mengapung Saat Direbus

Saat direbut, setelah sekitar 10 menit, biasanya akan muncul buih-buih yang mengapung di permukaan. Kalian perlu membuang buih ini dengan bantuan sendok. Tujuannya untuk menghilangkan bau anyir atau prengus. Bila perlu, kalian juga bisa mengganti air rebusannya dengan air yang baru untuk mendapatkan jeroan yang empuk dan tidak bau.

6. Jangan Masukan Jeroan Saat Air Sudah Mendidih


Jangan Masukan Jeroan Saat Air Sudah Mendidih

Hal ini merupakan salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh banyak orang. Ingat, hindari memasukan jeroan ke dalam air mendidih. Air mendidih justru akan menghancurkan rasa dari daging jeroan ini, dan membuat daging menjadi alot.

Kalian cukup masukan jeroan ke air dingin, diamkan dengan api besar hingga 10 menit. Baru setelah mendidih, angkat jeroan dan diamkan beberapa saat sebelum diolah menjadi masakan. Kalian juga bisa memberi 3-4 lembar daun salam dan sepotong jahe yang dimemarkan untuk menetralisir aroma yang terlalu tajam

7. Masak Jeroan Dengan Aneka Rempah


Masak Jeroan Dengan Aneka Rempah

Setelah jeroan matang dan empuk, kalian bisa membuang air rebusannya dan jeroan siap untuk diolah. Bila ingin jeroan dengan rasa yang sedap, maka kalian juga bisa menggunakan bumbu dan rempah yang cukup banyak. Bumbu dan rempah membantu menyamarkan aroma jeroan dan membuatnya terasa lebih sedap.

Bila ingin menggunakan jeroan untuk masakan berkuah seperti soto dan gulai, gunakan air rebusan yang baru. Jangan pernah menggunakan air rebusan jeroan yang pertama tadi karena biasanya beraroma kurang sedap dan akan berpengaruh pada masakan yang kita buat.

Ikuti juga beberapa cara dalam artikel ini untuk menghilangkan bau prengus pada daging kambing. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui tips menyimpan daging yang melimpah agar awet dan tetap berkualitas.

You can share this post!

Related Posts